Tentang berbagi informasi & umum

Breaking

Minggu, 15 Oktober 2017

Duka Untuk Sepak Bola Indonesia

Assalamualaikum

Indonesia kembali kehilangan salah satu talenta dan putra terbaik bangsa, duka untuk sepak bola indonesia yang kali ini datang dari kompetisi Liga 1, kasta tertinggi kompetisi sepak bola indonesia.
Timnas indonesia 

Duka ini datang dari salah satu Klub di kompetisi Liga 1, yang mana salah seorang pemainnya yakni Choirul Huda (Penjaga gawang) meninggal dunia pada saat melakoni pertandingan kompetisi Liga 1 melawan Semen Padang. Kejadian ini menambah deretan pesepak bola meninggal pada saat melakoni pertandingang.

choirul huda
Choirul huda

Di indonesia kejadian meninggalnya seorang pemain sepak bola ketika tengah bermain bukan hanya baru kali ini saja, sebelumnya Pertama ada Eri Irianto  salah satu punggawa Persebaya Surabaya Tahun 2000'an kala itu Persebaya Surabaya menghadapi PSIM, Ia meninggal pada usia 26 tahun.

Kedua ada Akli Fairuz dan Jumadi Abdi. Akli Fairuz Penyerang Persiraja meninggal pada tahun 2014, sedangkan Jumadi Abdi adalah salah satu pemain dari  PKT Bontang posisi sebagai seorang gelandang, akhirnya setelah beberapa hari di rawat Jumadi abdi pun meninggal dunia. Akli Fairuz dan Jumadi Abdi di beritakankeduanya mengalami kebocoran organ dalam setelah mengalami benturan saat pertandingan.

Tentang choirul huda

Choirul Huda adalah salah satu pemain Persela Lamongan (posisi kiper), dengan tinggi badan 181 cm, ia lahir   pada tanggal 2 juni 1979  di Lamongan, Jawa Timur. dan wafat 15 oktober 2017 di usia 38 tahun.  Ia mulai debutnya membela Persela Lamongan di tahun 1999. Selain pesepak bola, ia juga tercatat sebagai Pegawai Negri Sipil Kabupaten Lamongan.

choirul huda
choirul huda

Terjadinya

Petaka terjadi satu menit sebelum turun minum. Choirul Huda bertabrakan dengan rekannya sendiri, bek Ramon Rodrigues. Keduanya saat itu sama-sama berusaha menghalau bola dari jangkauan pemain Semen Padang.Usai benturan keras tersebut, Choirul Huda sebenarnya masih sadar. Dia berlutut memegangi dadanya. Yang terkapar di atas lapangan.

Namun, setelah beberapa saat memegangi dadanya, Choirul Huda terjatuh tak sadarkan diri. Tim medis langsung bergegas menandu Choirul. Para pemain, baik penggawa Persela maupun Semen Padang, di lapangan terlihat panik. choirul huda pun di bawa ke RSUD dr Soegiri namun setelah di berikan beberapa pertolongan ia pun di nyatakan  meninggal dunia.





1 komentar: